Sunday, December 2, 2018

Perjalanan Hidup Manusia Mulia Nabi Muhammad ﷺ (Bagian 5: Nubuwwah)

Malam itu Rasulullah ﷺ melakukan aktifitas kesehariannya berdiam diri di dalam gua Hira. Saat itu beliau ﷺ telah pun menginjak usia 40 tahun. Semakin hari semakin terlihat jelas tanda – tanda kenabian muncul di hadapan beliau ﷺ laksana fajar menyingsing. Malam itu, Seperti biasanya beliau ﷺ beribadah sembari berdzikir mengingat Allah. Kegelapan malam yang menyelimuti saat itu akan segera sirna dengan cahaya kebenaran yang terang benderang yang akan menjadi awal sebuah peradaban di bawah naungan tuntunan Ilahiyah. Adalah malaikat Jibril yang Allah utus untuk menyampaikan risalah pertama kepada Muhammad, Rasulullah ﷺ sekaligus menandakan beliau ﷺ secara resmi diangkat sebagi Nabi akhir zaman. Penutup para Nabi dan risalahnya akan menjadi penyempurna risalah-risalah para nabi terdahulu. 

Jibril yang saat itu datang segera merangkul Rasulullah ﷺ sembari berkata, “Bacalah!”. Namun beliau ﷺ mengatakan bahwa beliau ﷺ tak dapat membaca. Jibril pun mengulangi perkataannya hingga tiga kali. Jibril kembali meraih dan merangkul beliau ﷺ hingga terasa begitu sesak. Lalu Jibril kemudian melepaskan beliau ﷺ dan berkata, 

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ (1 

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ (2 

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ (3 

لَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ (4 

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ (5 

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (Al-Alaq: 1-3) 

Setelah kejadian itu, beliau ﷺ kemudian pulang dan langsung menemui Khadijah dan berkata, “Selimuti aku, selimuti aku!’ lalu beliau ﷺ melanjutkan, “Aku mengkhawatirkan keselamatan diriku”. Khadijah pun mencoba menenangkan dengan berkata, “Tidak demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya, karena engkau suka menyambung tali kekerabatan, memikul beban orang lain, memberi makan orang miskin, menjamu tamu, dan menolong orang yang tertimpa musibah” 

Rasulullah ﷺ kemudian dibawa oleh Khadijah untuk menemui Waraqh bin Naufal bin Asad bin Abul Uzza, saudara sepupu Khadijah. Beliau adalah nasrani semasa jahiliyah. Ia juga menulis kitab dalam Bahasa Ibrani dan menulis injil dalam Bahasa Ibrani pula. Ia sudah tua dan buta. 

Khadijah kemudian berkata kepada Waraqah, “Wahai sepupuku! Dengarkan kisah saudara sepupumu ini (Rasulullah ﷺ)"

Waraqah bertanya kepada beliau ﷺ, “Apa yang engkau lihat wahai saudara sepupuku?” 

Rasulullah ﷺ menyampaikan apa yang beliau ﷺ alami kemudian Waraqah pun berkata, “Itu adalah malaikat yang diturunkan Allah kepada Musa. Andai saja aku masih hidup tatkala kaummu mengusirmu.” 

Beliau ﷺ bertanya, “Benarkah mereka akan mengusirku?” 

Waraqah menjawab, “Benar. Tiada seorangpun membawa seperti yang engkau bawa melainkan akan dimusuhi. Andaikan aku masih hidup pada masamu nanti, aku akan membelamu dengan sungguh-sungguh”. Tak lama kemudian Waraqah meninggal dunia. 

Adapun tentang waktu saat peristiwa turunnya wahyu pertama yaitu terjadi di bulan Ramadhan di malam lailatul qadr. Allah berfirman, “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an" (Qs. Al-Baqarah: 185). Dan juga berfirman, “ Sesungguhnya Kami telaah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam lailatul qadr.” (Qs. Al-Qadr: 1). Sedangkan hadits-hadits shahih yang berkaitan dengan turunnya wahyu pertama ini menunjukkan bahwa peristiwa ini terjadi pada hari Senin sebelum terbit fajar. 

Adapun tentang tanggal jika kita lihat dari data-data diatas, maka dapat disimpulkan bahwa malam lailatul qadr di hari senin pada bulan Ramadhan adalah bertepatan dengan tanggal 10 Agustus 610 Masehi. Jika dilihat dari kalender qomariah maka saat itu beliau berusia 41 tahun, namun jika dilihat dari kalender syamsiah maka beliau saat itu berusia 39 tahun, 3 bulan dan 29 hari. 

Wahyu pun sempat behenti beberapa hari setelah peristiwa di gua Hira. Namun akhirnya Jibril kembali datang dan menyampaikan wahyu selanjutnya yaitu : 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمُدَّثِّرُ (1 

قُمْ فَأَنذِرْ (2 

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ (3 

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ (4 

وَٱلرُّجْزَ فَٱهْجُرْ (5 

“Hai orang-orang yang berkemul (berselimut). Bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji.” (Q.S. Al-Mudatsir: 1 -5.) 

Setelah turunnya ayat di atas, maka Rasulullah ﷺ mulai menyampaikan dakwah menuju Allah. Dakwah yang dilakukan di awal kenabian ini dilakukan dengan sembunyi-sembunyi mengingat betapa kerasnya kaum beliau ﷺ mempertahankan penyembahan terhadap berhala dan patung serta ajaran nenek moyang. 

Beliau ﷺ hanya menyampaikan dakwah kepada orang yang beliau kenal sebagai sosok yang baik, mencintai kebenaran, dan orang-orang yang beliau percaya. Beliau ﷺ lebih dahulu menyampaikan dakwah kepada keluarga, kerabat, dan teman-teman dekat sebelum yang lain. 

-bersambung….

No comments:

Post a Comment